Senin, 28 Januari 2013

CARA MEMILIH PEMBALUT YANG SEHAT

Hampir semua wanita setiap bulan pasti mengalami menstruasi dan pastinya selalu menggunakan yang namanya pembalut. Akan tetapi banyak yang tidak mengetahui jenis pembalut seperti apa yang mereka gunakan. Wanita lebih mengenal merk dan harga pembalut yang mereka gunakan tanpa mengetahui seberapa besar resiko yang akan mereka hadapi. Pembalut wanita adalah produk sekali pakai, karena itulah para produsen terkadang sering mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp kemudian menjadikannya bahan dasar pembuatan pembalut wanita untuk menghemat biaya produksi.
Bahan bakunya yang dipakai tersebut mulai dari kertas koran, kardus, karton bekas, pasti penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta bermacam pewarna sintetis, dan berbau. Dalam proses daur ulang pastinya banyak bahan-bahan kimia mengandung khlor yang digunakan untuk proses pemutihan bahan baku, untuk proses sterilisasi kuman-kuman serta untuk menghilangkan bau pada bahan baku hasil daur ulang. Proses pemutihan tersebut akhirnya menimbulkan senyawa baru yang dinamakan dioxin yang bisa menjadikan pembalut wanita berbahaya. Pada proses menstruasi, apabila darah haid jatuh keatas permukaan pembalut wanita, zat dioxin pada pembalut wanita akan dilepaskan melalui proses penguapan. Yang pertama pasti akan mengenai permukaan vagina/vulva, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, kemudian masuk ke dalam uterus, kemudian melewati Fallopian tubes, dan berakhir di ovary/rahim. Meski belum ada data yang akurat mengenai pembalut wanita berbahaya yang mengandung zat dioksin, namun para wanita diminta waspada jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks.
 Sekarang ini banyak sekali pilihan pembalut wanita dengan keunggulannya masing-masing. Berikut cara memilih pembalut yang aman bagi kesehatan organ reproduksi:
  1. Pilihlah pembalut dengan daya serap yang tinggi 
  2. Pilihlah pembalut yang tidak lembab pada permukaannya ketika dipakai 
  3. Pembalut harus nyaman dipakai agar tidak mengganggu aktivitas 
  4. Saat membeli pembalut, pastikan kemasan dalam keadaan baik dan tertutup rapat dan ada exp date-nya 
  5. Pilih pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur. Ini akan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina 
  6. Pastikan pembalut bukan terbuat dari kertas daur ulang (pulp). 

Selain memilih pembalut ada baiknya pula kita mengerti hal-hal penting apa saja yang harus diketahui dalam merawat kesehatan organ intim kita selama haid :
  1. Mengganti pembalut sesering mungkin (kurang lebih 3 jam sekali) terutama saat haid sedang banyak-banyaknya. Karena pembalut yang terlambat diganti bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit terutama yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Keduanya akan tumbuh subur di tempat-tempat yang lembab. 
  2. Saat membersihkan diri, basuhlah dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Jika dari arah sebaliknya malah justru bisa memindahkan bakteri yang banyak bersarang di anus ke wilayah organ reprduksi kita, akibatnya bisa timbul gatal-gatal. 
  3. Hindari celana dalam yang terlalu ketat. Soalnya keketatan semacam ini akan menekan otot luar organ intim dan menciptakan suasana lembab. Lebih baik pakailah celana dalam yang tidak ketat dan berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari pula celana yang terlalu ketat di daerah selangkangan. 
  4. Ketika berada di toilet umum, jangan gunakan air di ember atau penampungan untuk membersihkan. Gunakan saja air dari keran yang mengalir, ini akan lebih aman. Karena menurut penelitian air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans penyebab keputihan. Sedangkan air yang mengalir dalam keran mengandung kurang lebih 10-20%. 
  5. Jangan keseringan memakai cairan pembersih organ intim (anti bakteri), sebab penggunaan secara rutin malah mengganggu keseimbangan flora di sekitar alat kelamin, juga bisa membunuh mikroba “baik” dan memicu tumbuhnya jamur. 
  6. Pilih FC AVAIL BIO SANITARY PAD sebagai Pembalut kita Karena di produksi dengan BIO-TEKNOLOGI dan terbuat dari 100% kapas murni. Pembalut wanita ini Aman di gunakan dan telah di uji di labotarium di Singapura & Malaysia serta mempunyai izin DEPKES.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar